PERAN MAHASISWA DALAM
MENINGKATKAN PENDIDIKAN DI PERBATASAN DAN MEMAKSIMALKAN BONUS DEMORAFI UNTUK
INDONESIA EMAS 2045
OLEH
:
DELFI
MURTININGRUM (A101181259)
SISKA
OKTAVIANTI (A1011181085)
VELI
NOVALIAH (A1011181268)
ABSTRAK
Pada tahun 2020 hingga
2035 diperkirakan Indonesia akan menikmati bonus demografi. Bonus demografi
merupakan keadaan di mana jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) lebih
banyak dibandingkan jumlah penduduk non-produktif (usia dibawah 15 tahun dan di
atas 65 tahun).
Pendidikan juga menjadi modal untuk
menciptakan Indonesia emas. Dengan adanya kita bisa mengetahui berbagai macam
informasi, mendapatkan pendidikan moral, kedisiplinan, agama, sosial dan masih
banyak lagi yang bisa kita dapatkan. Namun, semakin berkembangnya zaman
pendidikan tidak lagi dianggap sebagai hal penting di Indonesia terutama di
daerah-daerah terpencil atau perbatasan.
Daerah-daerah terpencil atau
perbatasan sering sekali tidak menjadi perhatian pemerintah, sedangkan
kota-kota besar selalu tercukupi fasilitasnya. Oleh karena itu, dalam hal ini
diperlukan kontribusi dari banyak pihak selain pemerintah, salah satunya
kontribusi dari mahasiswa yaitu sebagai kelompok generasi terdidik memiliki
posisi strategis dalam menjadikan dirinya sebagai bagian dari perkembangan dan
pertumbuhan generasi usia emas atau bonus demografi.
Kata Kunci :
Peran mahasiswa demi mewujudkan Indonesia emas 2045
I.
Pendahuluan
Kalimantan Barat memiliki lima kabupaten
yang berbatasan langsung dengan Malaysia, yaitu Kabupaten Sambas, Bengkayang,
Sanggau, Sintang dan Kapuas Hulu. Kondisi sekolah-sekolah yang ada di
perbatasan juga cukup memprihatinkan karena alasan letak geografis yang jauh
dari ibu kota provinsi juga kabupaten menyebabkan kurangnya mendapat perhatian
dari pemerintah.
Adapun sebelumnya perlu diketahui
masalah-masalah yang dirasakan oleh sekolah-sekolah di perbatasan seperti
sulitnya aksese jalan darat menuju sekolah, sulitnya akses komunikasi telepon
seluler dan peroleh informasi karena tidak tersedianya jaringan, kekurangan
tenaga pengajar, kurangnya fasilitas sekolah, juga masalah penerapan kurikulum
administrative yang menyebabkan sekolah di wilayah perbatasan ini menjadi
tertinggal.
Upaya pemerintah dalam mengatasi
permasalahan sekolah-sekolah di perbatasan juga belum optimal. Oleh karena itu
diperlukan juga peran mahasiswa dalam mengupayakan peningkatan mutu pendidikan
Indonesia.
Mahasiswa merupakan kaum intelektual
dengan idealismenya, Mahasiswa sebagai agen perubahan social dan juga merupakan
motor penggerak kemajuan dapat turut serta dalam upaya peningkatan mutu
pendidikan sekolah-sekolah di wilayah perbatasan ini. Dengan kemampuan akademis
dan semangat perubahan Mahasiswa dapat memperbaiki dan meningkatkan mutu
pendidikan di wilayah perbatasan Kalimantan Barat ini dengan kontribusi nyata.
II.
Tinjauan
Pustaka
1.
Dampak
Bonus Demografi Terhadap Pendidikan
Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani,
bonus demografi dapat dimanfaatkan secara optimal melalui peningkatan kualitas
pada generasi muda. Salah satu langkah agar bonus demografi menjadi berkah bagi
negara yaitu meningkatkan kualitas pendidikan melalui akses pendidikan yang
meluas, merata, dan berkeadilan. Dengan adanya pendidikan yang merata dan
berkualitas dapat diharapkan Indonesia dapat memanfaatkan bonus demografi
dengan baik dan tidak menjadikan bonus demografi menjadi “zonk demografi”.
Dari bonus demografi dimana
peningkatan jumlah usia produktif dapat berpengaruh juga terhadap mutu
pendidikan di perbatasan dan juga di berbagai aspek demi terwujudnya Indonesia
emas tahun 2045 berjalan lancar, salah satunya adalah berkurangnya tenaga kerja
asing sehingga jumlah pengangguran di Indonesia berkurang dikarenakan
bertambahnya lapangan pekerjaan dan kualitas sumber daya manusia yang mulai
meningkat menjadikan angka rasio ketergantungan Indonesia mencapai angka 44%.
2.
Peran
Mahasiswa Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di Kecamatan Entikong Kabupaten
Sanggau
Beberapa permasalahan yang terjadi di
Kecamatan Entikong Kabupaten Sanggau adalah kurangnya kualitas dan kuantitas
tenaga pengajar, sarana dan prasarana sekolah yang kurang memadai, dan
informasi yang sulit didapat dikarenakan faktor geografis yang sangat jauh dari
ibukota provinsi sehingga menyebabkan kualitas pendidikan di perbatasan masih
terbelakang.
Menurut Badan Pusat Statistik persentase
penduduk usia (7-24 tahun) pada tahun 2018 sebesar 0,23% tidak/belum pernah
sekolah, 63,54% masih sekolah dan 36,23% tidak bersekolah lagi.
Berkaca dari bonus demografi yang dapat
menguntungkan pertumbuhan pendidikan di Indonesia sehingga permasalahan-permasalahan
yang ada di perbatasan khususnya di Kecamatan Entikong Kabupaten Sanggau dapat
diatasi dengan mudah. Maka dari itu peran mahasiswa dalam memajukan mutu
pendidikan khususnya di daerah Entikong sangatlah dibutuhkan, seperti tertuang
di dalam Tri Darma Perguruan Tinggi salah satunya yaitu pengabdian pada
masyarakat. Dalam hal ini mahasiswa dituntut untuk bisa memberikan kontribusi
nyata terhadap masyarakat.
Ada banyak hal yang dapat dilakukan
mahasiswa untuk meningkatkan mutu pendidikan di wilayah Kecamatan Entikong
Kabupaten Sanggau, yaitu :
1. Mahasiswa
sebagai agen perubahan dengan suara yang cukup didengarkan oleh pemerintah
harus lebih gigih lagi dalam menyuarakan agar pemerintah memperhatikan dan
memberikan fokus pada peningkatan mutu pendidikan di sekolah perbatasan.
2. Mahasiswa
sebagai agen pengontrol kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah. Kritis
yang juga disertai solusi. Mengontrol perkembangan juga hasil dari implementasi
kebijakan yang sudah ada apakah memiliki pengaruh yang baik dan berarti bagi
pendidikan di Kecamatan Entikong Kabupaten Sanggau.
3. Mahasiswa
juga dapat mengambil peran aktif dalam mencerdaskan anak-anak bangsa yaitu
denga mentransfer ilmu dan pengetahuannya seperti mengadakan kunjungan
kesekolah-sekolah di perbatasan dengan tujuan membagikan ilmu, menyumbangkan
buku pelajaran, atau bisa juga dengan membentuk sebuah organisasi yang berfokus
pada pendidikan di wilayah perbatasan dengan mengirimkan relawan-relawan sebagai
tenaga pengajar.
Dengan adanya aksi-aksi nyata seperti
disebutkan bukannya tidak mungkin bagi Mahsiswa untuk turut serta meningkatkan
mutu pendidikan di Kecamatan Entikong Kabupaten Sanggau. Tentunya dengan
komitmen, sepenuh hati, dan bertanggung jawab demi tercapainya peningkatan mutu
pendidikan.
III.
KESIMPULAN
DAN SARAN
Berdasarkan
pemaparan di atas, dapat disimpulkan dengan adanya bonus demografi dapat
mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui peran Mahasiswa dalam meningkatkan mutu
pendidikan di perbatasan khusunya Kecamatan Entikong Kabupaten Sanggau.
Beberapa
indikator yang dapat digunakan dalam menentukan kualitas pendidikan dan
pemerataan pendidikan di daerah antara lain ketersediaan sarana dan prasarana
pendidikan yang memadai, kualitas dan kuantitas tenaga pengajar yang meningkat
serta adanya perhatian lebih dari pemerintahan.
Adapun
saran yang dapat kami berikan ialah menempatkan pembangunan pendidikan sebagai sektor
unggulan. Hal tersebut merupakan merupakan strategi yang tepat dalam pembangunan
bangsa dan negara, karena pada hakikatnya produk pendidikan adalah sumber daya
manusia yang bermutu, yang memiliki daya saing untuk kelangsungan pembangunan
bangsa.
Dan saran bagi pemerintah hendaknya sedia mendengarkan suara rakyat, juga mahasiswa yang menyuarakan agar memerhatikan pendidikan diwilayah perbatasan dan mengusahakan upaya terbaik untuk mengatasi persoalan yang ada.
DAFTAR PUSTAKA
Dewi, Dyah Makutaning;. (2018, november
14). Mimbar Mahasiswa. Retrieved maret 17, 2019, from detiknews:
https://news.detik.com/kolom/d-4301103/bonus-demografi-dan-pemerataan-pendidikan
Fahrina,
Siti;. (2017, Desember 11). Kondisi Pendidikan di Perbatasan Indonesia.
Retrieved Maret 14, 2019, from Portal Berita Mahasiswa: http://mahasiswa.uay.ac.id/kondisi-pendidikan-di-perbatasan-indonesia/
Romadha,
Niara Siti;. (2018). Statistik Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Sanggau.
Sanggau: CV.Bakti.
Yosada,
Kardius Richi. (2014). PENDIDIKAN DI BERANDA TERDEPAN NEGARA PERBATASAN
ENTIKONG , 192-201.
KETERANGAN : Esai ini pernah di ikut sertakan dalam Lomba Debat Mahasiswa Dan Esai Tingkat Nasional Pekan Raya Pendidikan 2019 Fakultas Keguguran Dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura Pontianak dan berhasil masuk dalam 15 besar.
0 Komentar